By   Article Published 17 March 2014
 
 Assalamualaikum..

Inspirasi pagi..

Saya ingin mendekatkan diri kepada Allah. Demikian kata kawan saya. Kawan yang lain lantas bertanya : lho, apakah memang Allah itu jauh, sehingga masih perlu mendekatkan diri kepadaNya ?

Kawan yang pertama, bingung juga menjawabnya. Kalau dijawab: Allah itu dekat; menjadi kontradiksi dengan statement-nya sendiri, bahwa ia ingin mendekatkan diri kepada Allah. Tapi kalau dijawab: Allah itu jauh, salah juga karena Allah dengan jelas telah mengatakan bahwa Dia dekat kepada kita, lebih dekat daripada urat leher kita sendiri. Maka, saya bilang kepadanya: Coba rasakan saja dalam kehidupan Anda. Apakah Allah itu dekat atau jauh.

Dia berdiam sejenak. Lantas menjawab dengan sejujurnya, bahwa kadang ia 'merasa' dekat dengan Allah, tapi di lain kali 'merasa' jauh. 'Ya, kadang Allah terasa dekat, kadang terasa jauh !', tegasnya. Ia tertawa kecil, dalam ketidak pastian. Ia belum memperoleh jawaban yang tuntas atas pertanyaan kawannya...

Maka, mungkin Anda pun ikut bertanya-tanya dalam hati. Kalau gitu, Allah itu jauh atau dekat ya ? Kenapa kita juga merasakan kadang jauh kadang dekat dengan Nya ?

Bagaimana menurut anda ?

Dikutip dari buku Agus Mustofa yang berjudul "Bersatu Dengan Allah". http://bit.ly/1czyxyE

Follow juga Twitter Pak Agus Mustofa di http://bit.ly/1ad5aLO

Salam
Admin



Related Article

UA-41052285-1